Hidup dalam doa

Segala puji bagi Allah…

Beberapa hari lepas saya mendengar sebuah pengisian yang sangat membangkitkan jiwa dan menginsafkan, maka saya rasa terpanggil untuk menukilkannya di sini, supaya ia menjadi kekal dan tidak hilang dalam memori saya, dan jika mampu menyentuh hati2 lain yang membaca, saya ucapkan Alhamdulillah….

Pengisian itu lebih kepada penginsafan terhadap sifat ujub, takabbur dan rasa bangga diri yang terdapat dalam diri kita. Siapa yang tak pernah merasakan dirinya bagus? atau lebih bagus dari orang lain?
atau kita memandang rendah kepada orang lain.
mungkin ianya berlaku secara tak sengaja, seperti ada seseorang yang melintas di hadapan kita dan berpakaian yang tidak sewajarnya menurut syariat islam, maka secara otomatis, otak ujub kita segera berbisik, ‘isy, kesiannya, hidup dalam kejahilan dan kesesatan’ atau ‘nasib baik aku bukan seperti dia’ atau macam2 lagi bisikan penuh keujuban…

pernah bukan?

yang lebih teruk lagi apabila kita menzahirkan fikiran ujub itu melalui kata atau perbuatan, lantas ia menjadi riak.

ikhwah akhawat pon x terlepas dari dosa ini. kadang2 bicara yg asalnya untuk mengkoreksi salah dan silap mad’u2, apabila disimbah nafsu yang berkobar2 sering tertukar (tanpa sengaja @ tanpa niat) menjadi  sesi umpatan yang diselangi merendah2kan orang lain dan disulami rasa diri kita bagus.

itu sekadar peringatan.

pointnya, ustaz tersebut berkata, apabila kita melihat khilaf orang lain, HENDAKLAH KITA SEGERA BERDOA, yaitu mendoakan orang tersebut supaya keluar dari kekhilafan tersebut.

Subahanallah!

Bayangkan betapa eloknya jika setiap kali kita terlihat kesalahan orang atau kejahilan orang cepat2 kita mendoakannya. Bukan sahaja kita mengelak bisikan2 penuh ujub dan takabbur, malah kita mendapat pahala pula mendoakan kebaikan untuk orang lain. Hendak pula tiba2 doa itu dterima Allah, maka orang itu pun mendapat keinsafan dan berubah, bukankah itu satu keuntungan untuk seluruh umat ini!

begitu juga bila hati kita disebak-sebak rasa dengki dan iri hati pada kejayaan orang lain, tepislah rasa2 tidak elok itu segera sengan doa! Dengan mendoakan agar orang itu terus beroleh kebaikan dan rezeki dari Allah, dan doakan juga supaya kita juga beroleh kejayaan yang sama. Nah, bila kita hidup dalam doa2 yang begini, bukankah pintu2 hasad dan dendam yang boleh membawa kepada penzahiran akan tertutup terus!

Dan alangkah baiknya kalau kita berterusan hidup dalam doa…tiada siapa tahu, doa2 kita ni, entah yang mana satu, yang dibaca di mana, di ketika apa, yang akan dikabulkan Allah..

Subhanallah, saya sedang cuba menjadikan hidup sentiasa dalam doa ini sebagai satu habit baru. Ayuhlah kita bersama….

Tuhan kamu berfirman, “Berdoalah kamu kepadaKu nescaya Aku perkenankan doa permohonan kamu. Sesungguhnya orang yang bersikap sombong untuk beribadah da berdoa kepadaKu, akan masuk ke dalam neraka jahannam dalam keadaan hina” (Al;Ghafir:60)

0 Responses to “Hidup dalam doa”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Dakwah kita diam dari bicara, riuh dengan kerja.
Sesekali kita bersuara, biarlah ia menggegar jiwa.

Sebarang artikel di sini boleh disebarkan insyaAllah

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 9 other followers


%d bloggers like this: