I wish I am..

Sudah dua bulan sejak back for good dari OZ. Terasa macam hanyut atau secara terus terangnya rasa seperti futur dalam dakwah dan tarbiyyah. Bukan salah siapa2 melainkan diri sendiri, yang tidak menolak diri walaupun memang halangan yang perlu ditempuh agak menyesahkan jiwa. Adalah rasa serba salah, tapi masih tak mampu punya rasa gentar yang menggegarkan jiwa seperti pemuda Yassin:

“Mereka menjawab, ‘Sesungguhnya kami bernasib malang kerana kamu. Sungguh, jika kamu tidak berhenti  (menyeru kami) niscaya kami rejam kamu dan kamu pasti akan merasakan siksaan yang pedih dari kami.” (18)

“Mereka utusan-utusan itu berkata, ‘Kemalangan kamu itu adalah kerana kamu sendiri. Apakah kerana kamu diberi peringatan? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas.” (19)

Dan datanglah dari hujung kota, seorang lelaki dengan bergegas dia berkata, ‘Wahai kaumku! Ikutilah utusan-utusan itu.” (20)

“ikutilah orang yang tidak meminta imbalan kepadamu, dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk” (21)

“Dan tidak ada alasan bagiku untuk tidak menyembah (Allah) yang telah menciptakanku adn hanya kepadaNyalah kamu kembali” (22)

“Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selainNya? Jika (Allah) Yang Maha Pengasih menghendaki bencana padaku, pasti pertolongan mereka tidak berguna sama sekali bagi diriku dan mreka (juga) tidak dapat menyelamatkanku.” (23)

“Sesungguhnya jika aku berbuat begitu, pasti aku berada dalam kesesatan yang nyata” (24)

“Sesungguhnya aku telah beriman kepada  Tuhanmu, maka dengarkanlah (pengakuan keimanan)ku” (25)

“Dikatakan (kepadanya).’Masuklah ke syurga’…. (26)

Subhanallah! Sehebat-hebat pemuda. Menjadi impian diri saya untuk menjadi sehebat pemuda tidak bernama ini. Betapa agung keimanannya, yang menjadikan dia tidak senang duduk dan resah-gelisah di rumahnya apabila mendapat berita bahawa kaumnya, bukan setakat menolak seruan 3 utusan yang Allah kirimkan untuk menyeru mereka menyembah Allah, malah mengugut untuk membunuh (merejam) para utusan itu.

Betapa mendidihnya darah seorang pemuda yang terbakar akibat kemungkaran yang dilakukan oleh kaumnya dan betapa dia sendiri rasa terpanggil untuk sama-sama menyertai para utusan itu menyeru kaumnya ke arah kebenaran, sehingga dia bergegas-gegas datang dari sebuah tempat yang jauh yaitu di hujung kota.

Sedangkan dia tahu kekejaman kaumnya!

Dia tahu risiko yang bakal menimpa dirinya. Dia bukannya pemuda biasa2 yang hanya berani berdepan dengan orang yang pasti tunduk tidak melawan, tetapi adalah pemuda berani yang sudah tahu adat dan kelaziman kaumnya yang akan membunuh atau menyiksa orang-orang yang mereka benci. Dia tahu, tapi dia terus bergegas-gegas dari hujung kota!

maka dengan lantang dia melakukan 2 perkara yang sangat Allah cintai:1) mencegah kemungkaran kaumnya iaitu dengan menyeru mereka supaya mendengar seruan para utusan yang dengan ikhlas menyeru tanpa meminta imbalan, 2) dengan beraninya mewartakan keimanannya sendiri; mengakui sesungguhnya tiadalah lain Tuhan yang patut disembah melainkan Allah!

Keberanian apakah ini?

Ya Allah, sungguh aku pinta keberanian yang sama. Jiwa yang sama. Jiwa yang tidak betah dan tidak senang melihat orang sekelilingnya hidup dalam kemungkaran, bergelumang dengan dosa, jauh dari Allah. aku pinta jiwa seperti ini yang akan menjadikan aku segera bergegas berlari keluar dari rumahku apabila terdengar-dengar berlakunya kemungkaran.

Jauh panggang dari api.

Jauh sekali jiwa ini dari jiwa pemuda Yassin. Ketika di sekelilingku penuh dengan dosa, maksiat, dan kelalaian, aku masih senang duduk di rumah, berfikir-fikir bagaimana ya mahu hidup senang?

Daie jenis apakah ini?

Pun begitu waqiq kita mendambakan kita bergerak dengan kemas dan tersusun, maka di sini saya buntu. Wahai teman2 sekalian, jangan lupakan ku disini. Berikanlah ku kekuatan dan pertolongan agar saya bisa bangkit berlari bergegas-gegas, mewartakan keimananku, dan biar mati di jalan ini. Dan agar kelak Allah akan berkata kepada saya, dan anda juga:

“Masuklah ke syurga….”

 

Rujukan: Al-Quran dan tafsir Zilal

0 Responses to “I wish I am..”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Dakwah kita diam dari bicara, riuh dengan kerja.
Sesekali kita bersuara, biarlah ia menggegar jiwa.

Sebarang artikel di sini boleh disebarkan insyaAllah

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 9 other followers


%d bloggers like this: