Tadabbur ku: Ya Allah sungguh aku ingin berubah..

Sekadar tadabbur diri sendiri, bukan tafsir…

..Innallah ha la yughaiyyiru ma bikaumin hatta yughaiyiru am bianfusihim…
“..Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib sesuatu kaum itu sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri…” (ar-ra’du: 11)

Mentadabbur ayat ini dalam-dalam:
dan terasa hangat air mata yang mengalir..
Allah Allah Allah Allah….
Sudah berapa kali mengucapkan bahawa, ya, aku ingin berubah.
sudah berapa kali berazam, ya, aku ingin menjadi lebih baik.
sudah ratusan kali berkata dalam hati, ya, aku ingin memperbaharui agamaku.
sudah berfikir beribu-ribu kali, ya, aku ingin memperelokkan akhlakku, ibadahku, pakaianku, tutur-kataku….

Tetapi aku terus sahaja menunggu…
menunggu bilakah akan tibanya hari jiwaku bersedia untuk melaksanakan perubahan2 itu.
menunggu kata2 dan peringatan dari orang lain utk menggoncangkanku dengan keras untuk benar2 berubah.
menyalahkan orang lain kerana tidak cuba mengingatkan ku.
menyalahkan kakak2 atau siapa pun bila kata2 mereka tidak menusuk kalbuku.
menunggu hari Allah akan mencampakkan hidayah dan petunjuk untukku benar-benar berubah.

…hatta yughaiyyiru ma bianfusihim….
..sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri!…

Ya Allah…aku mahu berubah, tapi tak sedikit pun aku berusaha menyediakan diriku untuk perubahan itu.
Siapa aku ini? menanti satu hari yang tiba-tiba apabila aku bangkit dari tidur dengan automatisnya aku telah berubah?
sedikit pun aku tidak berusaha menolak diriku untuk berubah.
Contohnya aku sangat ingin untuk menjadikan bangun qiyam itu satu kebiasaan setiap hari, tapi sedikit pun aku tidak berusaha untuk mendalamkan ‘rasa’ terhadap ruh qiyamullail itu. kering. sedikit pun aku tidak pergi mencari ilmu2 utk menambahkan cinta pada qiyam.
tidak bersungguh2 pun mentadabbur al-muzzammil, tidak menjiwainya walau sudah tahu tafsirannya..
sedikit pun aku tidak memikirkan strategi untuk memastikan aku benar2 bangun qiyam setiap hari.
sedikit pun tidak memaksa diri untuk itu.

hanya menunggu dan menunggu dan beranggapan, Allah belum ‘menyediakan’ diriku untuk itu.

teringat terbaca sebuah nota yang ditampal oleh seorang adik di dinding kamarnya,
“Benda baik perlu dipaksa”

Dan adik ini sungguh2 dan benar2 berubah! dan isitqamah dalam perubahannya…

Allahurabbi, tapi aku?
sedikit pun tidak memaksa diri, walaupun berulang kali sudah menyatakan, ‘ya, aku ingin berubah!’
masih terus memanjakan diri..hanyut dalam alasan2 yang aku sendiri ciptakan.

sungguh diri ini belum faham kalimat Allah ar-ra’du ayat 11 itu..

Allah, Allah, Allah..
aku ingin berubah,
dan kali ini aku akan berusaha, dengan mengubah apa yang ada dalam diriku!

2 Responses to “Tadabbur ku: Ya Allah sungguh aku ingin berubah..”


  1. 1 Haslina September 16, 2010 at 4:27 pm

    Aku juga mahu berubah. Pinjam semangatnya pada akhir post. Ya Allah, mahu juga serta dengan mereka yang berubah!

  2. 2 shirokanzaki October 4, 2010 at 5:19 am

    I/allah,alah akan tolong hamba2-NYA yg btl2 brtekad untuk berubah..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Dakwah kita diam dari bicara, riuh dengan kerja.
Sesekali kita bersuara, biarlah ia menggegar jiwa.

Sebarang artikel di sini boleh disebarkan insyaAllah

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 9 other followers


%d bloggers like this: