jangan begitu, jalan ini kan kita yang minta?

Mengapa kita perlu menggalas tugas amar makruf nahi mungkar ini?

1)      Sebab ini adalah arahan Allah.
Terlalu banyak disebutkan di dalam Al-Quran akan suruhan, arahan, seruan untuk melaksanakan amar makruf nahi mungkar Surah Al-Asr misalnya, atau Ali-imran: 104. Juga kerana ini adalah sunnah terbesar yang dilaksanakan rasulullah . 12: 108. Juga banyak dalil yang menyebutkan ganjaran kepada yang melaksanakannya, juga balasan kepada yang enggan melaksanakannya, qanun azab jamaie contohnya dalam surah Al-A’raf; 163-167. Terlalu banyak yang Allah sebut berulang-ulang kali.

2)      Sebab kita minta setiap hari.
Sekurang-kurangnya 17 kali sehari kita minta kepada Allah dalam solat kita, dalam Al-Fatihah kita, “Tunjukkan aku jalan yang lurus. Iaitu jalan orang-orang  yang Engkau beri nikmat..” Jalan orang yang Engkau beri nikmat?; siapa orang2 yang Allah beri nikmat ini? Tidak lain Para Nabi, para Sahabat, Para wali, Para Syuhada’, Para pejuang agama ini. Iaitu orang2 yang diberikan nikmat teragung iaitu redha Allah dan syurgaNya. Kita minta ditunjukkan jalan sepertimana yang Allah tunjukkan kepada mereka. Ya Allah, Subhanallah, jalan apa ini yang kita minta ini? Subhanallah, berulang-ulang kali kita meminta kepada Dia tunjukkan kita jalan yang sama yang telah Engkau hamparkan kepada mereka.

Kemudian, bila Allah tunjukkan kita jalan ini, kita pun berpaling dengan angkuhnya.

Selepas kita meminta dan meminta kepada Allah halakan kita kepada environment2 yang sama seperti yang ditempuh mereka, selepas kita meminta supaya kita ditemukan dengan peluang2 pahala yang sama dengan mereka, selepas kita meminta supaya dihadapkan dengan masalah-masalah yang sama seperti mereka. Maka Allah Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang pun menghantar kita ke suatu daerah yang suasananya sama seperti daerah di mana orang2 yang diberi nikmat ini dihantar, iaitu suasana di mana orang2 di sekitarnya jauh dari Allah, perlukan peringatan, jauh dari Al-Quran, bergelumang dengan jahiliyah. Nah, Allah mengkabulkan permintaan kita supaya ditunjukkan jalan ini. Tetapi selepas itu kita?…

“Saya tidak bersedia melaksanakan tugasan ini”

Ya Allah, Ya Allah, Ya Allah…apakah kita mengira jalan yang kita minta ini, jalan orang2 yang Engkau beri nikmat ini, jalan menggoyang kaki sambil menonton TV?

Ya Allah, siapa kami ini Ya Allah? Siapa kami ini Ya Allah?

0 Responses to “jangan begitu, jalan ini kan kita yang minta?”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Dakwah kita diam dari bicara, riuh dengan kerja.
Sesekali kita bersuara, biarlah ia menggegar jiwa.

Sebarang artikel di sini boleh disebarkan insyaAllah

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 9 other followers


%d bloggers like this: