Tidak akan berputus asa! InsyaAllah

Para daie, pasti dan pastinya adalah manusia biasa yang punya perasaan yang bisa tewas bila dipulas-pulas, punya jasad yang bisa penat dan lemah bila diperah-perah. Tak hairan dan tidak mengejutkan bila kadang2 daie mengadu sudah tak larat menunggu. Menunggu orang yang ingin disentuh hatinya masih lagi tak bisa disentuh. Rasa ingin melepaskan orang2 yang ‘kelihatan’ seperti sentiasa ingin melepaskan diri tetapi kitalah yang tak ingin untuk melepaskan. Rasa ingin meninggalkan orang2 yg sibuk mengejar dunia ini dan segala nikmatnya sedangkan kita sudah berpenat lelah mengkhabarkan tentang satu perdagangan yang jauh lebih baik. Rsa ingin hanya membawa yang sudi menaiki kapal yang kita pandu dan meninggalkan orang2 yg tak sudi menginjak naik ke kapal kita.

Janganlah begitu.

Hati ini hakikatnya milik Allah, bukan hak kita untuk menentukan siapa baik siapa tidak. Bukan hak kita memilih siapa yang layak siapa yang harus ditinggalkan. Rasulullah ketika diutuskan, diturunkan wahyu, “Wahai orang yang berselimut. Bangkitlah dan berilah peringatan!” (Al-Muddatsir) Seruan ini Allah arahkan agar sampai ke seluruh pelusuk alam. Maka Rasulullah pun menyampaikan dengan ikhlas agar ia sampai kpd semua, biarpun kemudiannya baginda dicerca, dipukul, diugut bunuh. Kita pula bagaimana? Ada tak kita dipukul? Ada tak kita dicerca? Ada tak diugut bunuh?

Maka janganlah begitu.

Benar, kita takkan upaya dengan kudrat dan iradat kita yang sehalus selembar benang ini menyampaikan sama rata pada semua. Maka bertindak bijaklah. Kita tidak tahu hati manusia ini bila ia akan tersentuh. Mungkin hanya satu kali sahaja lagi, hatinya akan tersentuh, tetapi sebelum kali yang terakhir itu kita sudah menyerah kalah! Sebab itu teru dan teruslah mendampingin dan mengasihi kerana kita tidak tahu bila ‘kali yang satu’ itu akan tiba.

Kalau tak berjaya begini, berbuatlah begitu. Nabi Nuh a.s telah meninggalkan kita satu pengajaran yang amat bermakna; cubalah bermacam2 cara untuk menyentuh hati manusia; bacalah surah Nuh, telah digariskan panduan2 dari nabi nuh, kalau seruan secara langsung tak menjadi, berikan seruan scr tak langsung, khabarkan berita gembira yg Allah janjikan buat org beriman, berikan ancaman kpd org yg ingkar, pandanglah dan lihatlah kpd alam utk mengetahui kekuasaan Allah, berjalanlah dan lihatlah kebesaran Allah,renungilah penciptaan dirimu, serulah secara lembut, serulah secara tegas, tetapi jangan berputus-asa, sampai betul-betul tak larat. Dalam konteks Nabi Nuh, ‘ketidak-laratan’ baginda hanyalah selepas seribu tahun kurang lima puluh. Subhanallah!

Sebab itu teruslah dan teruslah berjuang.

Mungkin juga usaha kita tidak berkesan kerana diri kita. Dalam kita sibuk memandang kesalahan orang, dalam kita sibuk menyalahkan bermacam2 faktor knp usaha kita tidak berhasil, kita terlepas pandang  kecuaian diri kita sendiri. Hati yang hitam dan kotor takkan bisa menjernihkan hati2 yang lain. Mungkin dosa2 kita telah menyebabkan usaha kita terbang bak debu2 di mata orang lain. Mungkin akhlak kita yang buruk bertentangan dengan apa yg kita seru. Mungkin orang tidak nampak keindahan mengabdikan diri kpd Allah kerana kita tidak menzahirkannya. Maka insaflah! Sebaik2 usaha menjadi daie yang cemerlang adalah pengsilahan diri yangberterusan, dari segenap sudut. Saya menyeru diri saya tentunya lebih dahulu sblm orang lain.

Allahurabbi, sayangilah kami dan juga orang2 yg kami sayangi. Semoga mereka akan sama2 merasai kasih dan sayang ini. Semoga kasih sayang ini akan bersambung terus sampai ke jannah yang amat kami idam-idamkan.

Allahua’lam

0 Responses to “Tidak akan berputus asa! InsyaAllah”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Dakwah kita diam dari bicara, riuh dengan kerja.
Sesekali kita bersuara, biarlah ia menggegar jiwa.

Sebarang artikel di sini boleh disebarkan insyaAllah

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 9 other followers


%d bloggers like this: