Hati-hati

Firman Allah, “Bukankah Kami telah lapangkan dadamu?” (Al-Insyirah, ayat 1)

Surah ini diturunkan sewaktu Nabi sedang merasa sangat kesulitan akibat tekanan-tekanan yang diterima oleh baginda dan para sahabat sangat dashyat. Mereka disiksa dari segenap sudut: secara fizikal dengan penyiksaan2 yg kejam, baginda malah diancam untuk dibunuh, tersiksa dari segi spiritual, ekonomi, hubungan saudara, dan yang paling menyulitkan jiwa ialah untuk mengetuk hati-hati yang degil yang menyebabkan baginda, sebagai seorang manusia rasa terhimpit, kesulitan, dan memerlukan bantuan.

Lantas Allah Menurunkan surah ini sebagai sebuah bantuan.

Bantuan itu tidak lain adalah satu rasa ketenangan, kedamaian, keindahan, kesyukuran ke dalam jiwa Nabi dan para sahabat. Semakin disiksa, semakin jalan kelihatan semakin sempit, semakin meresap rasa keetnanagn dan keindahan itu. Dan ini adalah bantuan yang amat besar.

Lihat. Allah tidak pun Mengurangkan siksaan2 yg dikenakan oleh kaum kafir terhadap orang2 mukmin. Allah tidak Melenyapkan mereka tatkala Nabi Mengadu kesulitan. Allah tidak Menukarkan sahabat2 menjadi makhluk magikal yang tiba2 punya tubuh sasa untuk menumpaskan siksaan orang2 kafir. Allah tidak Menukarkan seorang hamab menajdi tuan, tuan menajdi hamba. Walaupun Allah Mampu.

tetapi Allah Memberikan suatu pertolongan yang lebih indah, dan lebih kuat dari segala pertolongan, iaitu rasa keindahan dalam melalui laluan yang sempit.

Dan rasa ini, terus-menerus Allah campakkan ke dalam hati-hati orang-orang yang beriman, yang sama2 berjuang di jalanNya.  Sebab itu dari zaman ke zaman, pasti ada manusia2 yang terus melaksanakan tanggungjawab menyebarkan keimanan ini, kerana rasa ini, terus-menerus hadir. dapatkah kau merasai rasa yang sama?

Perasaan ini, rasa indah ini, dikongsi bersama oleh hati-hati yang berpaut pada cinta yang sama. rasa ini dikongsi bersama oleh orang-orang yang bertaqwa. dan hanya yang merasainya, mengetahuinya. Maka hanya yang sama2 berkongsi perasaan ini terus terikat hati2 merka walaupun jasad jauh beribu batu.

dari yang mengharap kebersamaan hati dengan orang2 yang bertaqwa,
Allahua’lam

2 Responses to “Hati-hati”


  1. 1 laskarmentari March 19, 2010 at 5:37 am

    Hai kekanda balqis…hehehe

  2. 2 AiSuki March 22, 2010 at 3:07 pm

    moga hati kita sama2 bersatu.. walau jarak meisahkan… amiin…
    sayang akak..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Dakwah kita diam dari bicara, riuh dengan kerja.
Sesekali kita bersuara, biarlah ia menggegar jiwa.

Sebarang artikel di sini boleh disebarkan insyaAllah

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 9 other followers


%d bloggers like this: