emosi

jangan fikir bahawa segala keputusan yang dibuat yang mementingkan kepentingan bersifat individualistik atau menyalahi susunan prioriti dibuat dengan mudah, tanpa ada pertimbangan akal dan iman. Siapa tahu, keputusan itu datang dengan seberkas air mata yang tak kelihatan depan manusia. jangan kita cuba menghukum orang lain melalui pertimbangan iman kita sendiri. dan jangan pula meletakkan harapan yang tinggi, kerana apabila harapan itu dihancurkan mudah sahaja sifat buruk sangka datang menghunjam diri. dan jangan cepat membuat kesimpulan. Soal benar atau salah itu subjektif pada mata manusia, akhirnya Allah sahaja yang tahu apa yang ada dalam hati setiap manusia. Selagi kita bersikap menghakimi, selagi itu kita tak akan sampai peringkat ikhlas yang suci.

0 Responses to “emosi”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Dakwah kita diam dari bicara, riuh dengan kerja.
Sesekali kita bersuara, biarlah ia menggegar jiwa.

Sebarang artikel di sini boleh disebarkan insyaAllah

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 9 other followers


%d bloggers like this: