pabila pernah dibelenggu kejahilan

every now and then, kenangan2 lama pasti datang menyinggah, dan bukan jarang-jarang ia datang dengan tangisan. menangis, kerana terlalu hiba mengenangkan diri pernah suatu ketika dahulu hidup dalam kejahiliyahan. kejahilan. tidak kenal agama. tidak kenal hukum Tuhan. tidak nampak yang mana dosa, yang mana pahala. tidak tahu yang lain selain keseronokan semata yang berpanjangan. buta dari jalan yang lurus. mati hati dan mati akal. tidak kenal akhirat. tidak endah datangnya mati. tidak peduli soal syurga, mahupun neraka.

tidak, sehingga hari ini pun aku masih dalam proses membaiki diri. dan kejahilan yang pernah bertapak selama bertahun-tahun bukan perkara senang untuk dibuang. tapi sekurang-kurangnya kini aku selalu ada ruang muhasabah. muhasabah fikirkan yg mana yg betul, mana yg salah. muhasabah memikirkan waktu2 hitam, selalunya akibat tumpas kepada nafsu. dan saat muhasabah juga saat pohon keampunan dari Allah. Juga saat untuk memohon dikekalkan di atas jalan yg lurus, mohon dipelihara iman, dijaga amal. mohon diajuhkan dari dosa dan kemungkaran. mohon dijauhkan dari neraka, dikurniakan syurga. mohon agar diingatkan tentang mati. mohon menjadi orang yang cintanya, ingatannya, pergantungannya, hanya Allah semata. Mohon diberikan nikmat iman dan taqwa. mohon yang macam-macam.

tapi ia tetap datang.

kenangan2 lama pasti datang menyinggah. tak perlu aku sebut apa yg pernah ku lakukan, kau tak akan percaya, atau ia akan buat air mataku turun tak henti-henti. malu. kepada Tuhan dan juga manusia. itulah aku dahulu. tidak kenal agama selain rukun islam dan rukun iman, selain yg tercetak dalam buku sekolah.

dan kenangan lama juga membuat aku teringat pada kawan-kawan. dan lagi-lagi aku menangis. aku pohon dengan ikhlas ALlah tolong tunjukkan mereka jalan yang lurus. Allah tolong beri mereka kefahaman islam. Allah tolong temukan mereka dengan orang-orang yang bisa melorongkan mereka ke arah syurga. Allah selamatkan mereka dari dosa dan kemurkaanMu. ALlah beri mereka petunjuk sepertimana kau berikan aku sinarMu, atau Kau berikan mereka yang lebih baik. Ya Allah, tautkan hati kami dalam rahmat dan limpah kasih sayangMu. ALlah tempatkan kami di kalangan orang-orang yang Kau kasihi. Allah Yang Pemurah lagi Pengasihani, dekatkan kami kepada diriMu. AMin.

Aku percaya setiap yang berlaku pasti ada hikmahnya. Aku yakin, dan aku percaya atas perancangan Allah. Dan sesungguhnya aku percaya denagn apsti satu hari nanti aku akan kembali menemui ALlah.

0 Responses to “pabila pernah dibelenggu kejahilan”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Dakwah kita diam dari bicara, riuh dengan kerja.
Sesekali kita bersuara, biarlah ia menggegar jiwa.

Sebarang artikel di sini boleh disebarkan insyaAllah

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 9 other followers


%d bloggers like this: