yang datang menyentuh jiwa

teringat, lalu terus ingin nukilkan, agar terpahat sebelum terlupa.

The best thing that ever happened to me is Islam” -Kak Syila on 10th of August 2008*

Kalla. Bal rana a’la kulubihim ma kanu yaksibun’
Tidak. Hati mereka telah diselubungi oleh apa yang mereka lakukan. (83:14)

Kita selalu ‘mempersoalkan’ tugas Allah. Kita tanya, mengapa Allah tidak mahu memberi hidayah kepada kita. Atau kita membuat alasan, ‘bukan tak mahu jadi baik, tapi hidayah Allah belum sampai’. Atau hidayah Allah untuk orang-orang alim sahaja, bukan untuk orang biasa-biasa. Aku juga selalu begini. Selalu meletakkan bahawa sehingga Allah membukakan pintu hatiku dan melapangkan dadaku, belum tiba saatnya untuk aku berubah dan menjadi hambaNya yang betul-betuk setia. Sehingga Allah menjadikan jiwaku kuat barulah aku akan dengan rela berkorban harta dan diri untuk islam.

Tapi. Lihat ayat ini.

Hati mereka telah diselubungi oleh perbuatan mereka sendiri.’ Yang maksudnya ialah hati kita akan tertutup dari hidayah Allah kerana perbuatan kita sendiri. Maksudnya semakin banyak dosa yang kita lakukan, semakin banyak kegelapan dan kehitaman akan melingkupi seluruh permukaan hati kita sehingga petunjuk dan kesedaran tidak dapat menembusinya.

Seperti intisari sabda Nabi, bahawa setiap kali kita melakukan satu dosa, satu bintik hitam akan hinggap di hati kita. Jika kita bertaubat dna melaksanakan kebaikan, titik hitam ini akan terpadam. tetapi, jika kita rerus-menerus melakukan dosa, bintik-bintik hitam ini akhirnya akan terus melekat di hati menutupinya dari sinar hidayah Allah. Dan bukankah hati yang baik itu akan menghasilkan jiwa yang baik keseluruhannya dan sebaliknya hati yang buruk dan hitam akan terlihat pada peribadi dan akhlak yang buruk.

Tentunya, aku menyeru diriku sendiri sebelum menyeru orang lain, agar memelihara diri dari dosa dan terus-menerus memohon ampun atas segala dosa yang telah dilakukan, agar hati yang hitam ini akan dibersihkan, dan dilapangkan, dan supaya denagn itu cahaya rahmat Allah akan sampai ke permukannya lantas meresap terus ke dalam hati. Tidak aku mahu menjadi orang yang mengatakan sesuatu sedangkan aku sendiri tidak melaksanakannya. “Wahai orang yg beriman. Mengapa kamu mangatakan sesuatu yang kamu tidak kerjakan? Sungguh besar kemurkaan di sisi Allah, jika kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu lakukan” (61: 2-3). takut. takut. Takut.

Bukan Allah yang tidak mahu memberi rahmat dan petunjukNya kepada kita, bahkan Dia adalah Maha Pengasih, Maha Penyayang, Yang Memberi Petunjuk, tidak mungkin Dia kikir dalam melimpahkan rahmatNya. Tetapi kitalah yang buta dari petunjuk-petunjuk ini akibat hati yang legap, tidak dapat ditembusi akibat dosa-dosa yang kita kumpul sejak sekian lama. Marilah kita singkap selubung yang legap ini, agar hati kembali menjadi lutsinar dan dapat ditembusi cahaya hidayah Allah.

wallahua’lam

*Jazakillah khair Kak syila. Akan ingat sampai bila-bila insyaAllah.

0 Responses to “yang datang menyentuh jiwa”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Dakwah kita diam dari bicara, riuh dengan kerja.
Sesekali kita bersuara, biarlah ia menggegar jiwa.

Sebarang artikel di sini boleh disebarkan insyaAllah

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 9 other followers


%d bloggers like this: